Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Penuhi dulu panggilan Allah! Selebihnya, biar Allah penuhi kebutuhan kita.

Sebelum ajaran Islam menyebar di daerah Jawa pedalaman, waktu sore menjelang maghrib adalah momen yang dipenuhi dengan kepercayaan mistis dan cerita-cerita takhayul yang menyeramkan. Mereka menyebutnya senjakala, ‘senja’ yang berarti sore dan ‘kala’ yang artinya raksasa. Orang-orang dilarang keluar rumah karena takut diculik/ diganggu raksasa. Namun, sejak azan mulai diperkenalkan dan dikumandangkan dimana-mana, senjakala menjadi suasana yang indah. Alih-alih ketakutan akan aura mistis, senjakala beralih menjadi pemandangan kehidupan sosial yang indah. Orang-orang bergegas keluar rumah menuju surau-surau, berkumpul untuk Shalat bersama . Rasulullah SAW bersabda:   فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ “Jika waktu Shalat telah tiba, salah seorang di antara kalian hendaknya mengumandangkan azan untuk kalian dan yang paling tua di antara kalian menjadi imam.” (HR. Bukhari dan Muslim 674) Tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi r...

Kata dan Rasa

Jenuh aku dengan kata Letih dan membosankan sudah menguntai kata Tak ingin lagi aku merangkai kata Karena ternyata Kata tak cukup mewakili rasa Kata tak pernah cukup menggambarkan rasa Ada rasa yang bahkan tak dapat terwakili oleh kata Biar segala kamus ku buka Biar segala bahasa ku cari Tidak ada Tidak dapat tertuangkan dan tiada tergambarkan Mungkin itulah sesungguhnya rasa Kau tak menuliskan nya Kay tak mengeja nya Kau tak merangkai nya Bahkan kau tak mampu mengungkapkan Tapi kau tau... Kau merasakannya

Rajutan Harap

Tetiba suatu suara muncul, mengetuk-mengetuk dengan keras di dalam batok kepala ini bak hendak beri peringatan. Dia berkata: " Cukup ! Tugasmu hanya menyelesaikan. Bukan memanjangkan rajutan tanpa tau kapan selesai " Lalu ku jawab: " Aku masih punya banyak benang! " Dia pun menjawab dengan bertanya: "Kau akan bangga? Habiskan benangmu untuk rajutan yang tak tau bagaimana bentuknya dan kapan selesainya?" Lalu balik ku tanya dia: "Lalu dengan apa ku akan berbangga? Jika rajutan ini ku tinggalkan bengkalai dan harus memulai kembali untuk sesuatu yang juga sama?" "...Tak tau akan bagaimana bentuknya dan entah kapan jua selesainya" sambungku.

Melukai, mencintai dan membenci

Aku iri pada mereka yang memulai sesuatu tanpa tau arahnya, tidak tau akan kemana, Tapi tiba-tiba bisa sampai saja Ditempat yang lebih dari yang dia harapkan Lalu dia bahagia Aku? Pernah ku mulai sesuatu dengan seseorang Aku tau harus kemana Yang pasti disuatu tempat yang indah Disana aku merasa bahagia Tapi aku gagal Dan aku mencoba lagi dengan orang yang berbeda Ke tempat yang indah Aku merasa ada kebahagiaan bersamanya Terasa pasti akan sampai ke ujung cerita Tapi aku gagal kembali Di satu titik Aku merasa terengah lelah Dan aku memutuskan untuk berhenti sejenak Beristirahat dari khayal yang tak pernah terwujud Duduk ditempat yang teduh Disana aku merasa tenang Menyendiri, mengadu padaNya dan bertanya tanya Apa yang salah denganku selama ini? Memang, ya Berharap padanya Seperti daunan mengering pada tangkainya Dipaksa bertahan namun perlahan lepas diacuhkan Daun yang tengah berharap bertahan Jatuh terombang ambing angin kebohongan Pasrah dengan landas...