Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Penuhi dulu panggilan Allah! Selebihnya, biar Allah penuhi kebutuhan kita.

Sebelum ajaran Islam menyebar di daerah Jawa pedalaman, waktu sore menjelang maghrib adalah momen yang dipenuhi dengan kepercayaan mistis dan cerita-cerita takhayul yang menyeramkan. Mereka menyebutnya senjakala, ‘senja’ yang berarti sore dan ‘kala’ yang artinya raksasa. Orang-orang dilarang keluar rumah karena takut diculik/ diganggu raksasa. Namun, sejak azan mulai diperkenalkan dan dikumandangkan dimana-mana, senjakala menjadi suasana yang indah. Alih-alih ketakutan akan aura mistis, senjakala beralih menjadi pemandangan kehidupan sosial yang indah. Orang-orang bergegas keluar rumah menuju surau-surau, berkumpul untuk Shalat bersama . Rasulullah SAW bersabda:   فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ “Jika waktu Shalat telah tiba, salah seorang di antara kalian hendaknya mengumandangkan azan untuk kalian dan yang paling tua di antara kalian menjadi imam.” (HR. Bukhari dan Muslim 674) Tidak ada alunan suara yang berhenti memenuhi r...

THE DREAMS

Mimpi Secara Ilmiah S eorang profesor di Institute of Cognitive Science, Carleton University, m elalui artikelnya di  Scientific American  9 Mei 2017, Jim Davis memaparkan dua teori mengenai alasan Anda bermimpi dan mengapa mimpi terasa begitu menarik untuk diceritakan. Pertama adalah teori aktivasi-sintesis yang berkata bahwa mimpi merupakan interpretasi dari aktivitas acak syaraf tulang belakang dan otak kecil oleh otak depan kita . Terkadang informasi tersebut bisa kacau dan menyebabkan mimpi Anda menjadi sangat aneh. Selain itu, teori tersebut juga mendukung adanya interpretasi emosi melalui mimpi . Contohnya adalah ketika Anda mendapat mimpi buruk ketika sedang merasa khawatir di dunia nyata. Bukannya merasa khawatir karena mimpi buruk tersebut, kekhawatiran justru membuat Anda bermimpi buruk . Teori kedua adalah mimpi sebagai persiapan untuk menghadapi situasi yang mengancam . Davis berkata bahwa ada beberapa bukti yang menguatkan teori ini, misalny...

Zakat Mal, Zakat Profesi, Zakat Emas dan Zakat Tabungan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Beberapa hari lalu banyak kawan yang sering menanyakan perihal perbedaan zakat maal, penghasilan, profesi, dll. Setelah belajar dan mencomot2 data dari beberapa sumber kajian, berikut saya share terkait macam macam zakat yang biasa kita dengar. Bismillah... Zakat ( زكاة ) secara lughoh atau bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti suci, bertambah dan berkembang, berkah, dan terpuji. Sedangkan secara istilah syara’, zakat berarti suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan mengeluarkan sebagian hartanya dan hukumnya wajib untuk dikeluarkan sesuai aturannya dan diberikan kepada golongan-golongan tertentu yang berhak menerimanya. Mal artinya adalah harta benda, sehinga kalau kita sebut zakat mal, maka konotasinya adalah semua jenis harta yang kita miliki. Sehingga ada yang mengakatan bahwa istilah zakat mal adalah istilah yang digunakan untuk membedakan zakat fitrah dengan zakat-zakat lainnya. Ja...

Allah, Aku Bosan Mengeluh

Allah, aku bosan mengeluh akan keadaanku ini. Keadaan yang Engkau ciptakan adalah untuk sebaik-baik makhluk. Kau beri aku kekurangan, tapi ketika ku Tanya kawan-kawan ternyata aku punya kelebihan. Maka, tak ada alasanku mengumbar kekurangan dan mencaci kelemahan. Allah, aku bosan mengeluh akan bentuk fisikku. fisik yang engkau berikan padaku adalah sebaik-baik bentuk. Aku tak Engkau berikan bagian tubuh yang cacat. Aku pun masih dapat berfikir normal. Jika ku lihat di luar sana, masih banyak yang Engkau berikan ujian berupa bentuk fisik yang tak sempurna. Mereka mampu tersenyum, menjadikanku malu untuk mengeluh. Allah, aku bosan mengeluh akan hidupku. Karena yang Engkau titipkan adalah yang aku butuhkan. Jika aku berkata bahwa ini kurang dan itu kurang, sebenarnya adalah nafsuku yang berkata. Allah, aku bosan mengeluh tentang semua. Karena ketika aku mengeluh, maka akan terlontar perkataan-perkataan buruk yang aku tau bahwa perkataan sejatinya adalah doa. Maka jika aku men...

Petiklah Bunga Itu Wahai Kumbang Sakti!

Bunga mekar di taman larangan Elok kelopaknya, elok harumannya Dijaga rapi Sang Penjaga Dihias tertib tiada tercela Aku menyaksikan bunga itu kembang dan aku juga menyaksikan bunga itu layu. Lantas! Siapa yang harus kupersalahkan? Bunga itu? Atau kamu sang kumbang? Atau kamu? ketika bunga itu mula menjalar indah ke hentian tertinggi, kau datang merampas langkahnya. Kau datang menghalang Cintanya. Ya! Kamu datang menghalang cintanya pada Raja Segala Cinta. Masakan tidak kamu ketahui? Cintanya itu milik Raja Segala Cinta! Kamu tahu itu? Kamu sedar itu? Bukankah kamu kumbang sakti? Mengapa tegar untukmu merampas dan merosak cintanya pada Si Dia?

Kami Anak Rohis dan Kami Bangga!

Kami anak ROHIS. Akidah kami bersih terhadap hal-hal yang bersifat magis. Baik itu jimat, wapak, jirim, ataupun keris apalagi penggaris. Pedoman hidup kami adalah Al Quran dan Al Hadits. Kami bukan kalangan alkoholis. Boro-boro untuk berakohol ria, untuk uang jajan pun kami masih mengemis. Kami anak ROHIS. Ada seorang nenek bernama Sydney Jones yang menuduh kami radikalis. Padahal kami hanyalah sekumpulan aktivis. Tentunya aktivis Islam bukannya aktivis secularis, pluralis, liberalis, apalagi satanis. Kami hanya dapat berharap mudah-mudahan masyarakat tidak termakan isu tersebut yang buat kami menjadi miris. Kami anak ROHIS. Dandanan kalangan pria kami atau biasa disebut ikhwan umumnya khas dengan jenggot klimis nan tipis. Sedangkan kaum hawa atau akhwatnya biasanya terlihat dengan jilbabnya yang terlihat maksimalis. Tapi hal itu tidaklah mutlak, so santai saja buat para bro n sis. Kami anak ROHIS. Murobbi kami selalu bercerita bahwa kami adalah pewaris. Pewaris r...

Deskripsi Ruang - Masjid Shiratul Huda

“Masjid shiratul huda” Aku selalu mengingat masjid ini, Masjid shiratul huda. Masjid SMAN 33 Jakarta Barat. Tempat dimana kami, Pengurus Rohis SMA 33, selalu menginjakkan kaki kesana disetiap kesempatan. Sekedar untuk melihat keadaan masjid setelah istirahat sholat atau bertemu dengan teman-teman seperjuangan. Biasanya kami menyempatkan merapikan mukhena dan sajadah yang berserakan sehabis dipakai, sebelum bel masuk kelas berbunyi. Mukhena ini kami letakkan kedalam lemari kayu berwarna coklat tua dengan pintu cermin, yang berada disisi pojok kanan masjid. Disamping lemari tersebut ada lemari kayu dua pintu yang berkuran lebih kecil, dengan susunan rak di pintu kanan, yang biasa kita gunakan untuk menyimpan Al-Qur’an dan  buku-buku   Islami, sedangkan rak di pintu kiri digunakan untuk meletakkan sajadah dan terdapat laci di bawahnya untuk kita gunakan sebagai tempat arsip kesekretariatan kegiatan Rohis. Masjid Shiratul Huda ini sebenarnya cukup luas. Masjid ini...

Jaga Hijabmu, Ya Ukhti..

Bismillahirrahmanirrahim.. Ukhti, Apakah engkau “KADANG-KADANG BERHIJAB (BERJILBAB)”? Apakah engkau berhijab hanya ketika menghadiri pengajian atau membaca Al Qur’an? Apakah engkau berhijab saat berada di Aceh dan engkau lupa bahwa engkau adalah seorang muslimah begitu pesawatmu mendarat di daerah lain? Apakah engkau berhijab ketika menghadap Tuhanmu dalam sholatmu dan kemudian melepaskannya seakan-akan Allah hanya melihatmu dalam sholatmu? Apakah engkau berhijab ketika keluar rumah, tetapi memajang foto-foto tanpa hijabmu di Sosial Media agar dapat dilihat orang lain betapa indah rambut dan molek tubuhmu? Wahai saudariku, ketahuilah, sekali pun engkau membatasi orang-orang yang mampu melihat foto-fotomu itu, tetaplah WASPADA! Siapa saja bisa menyimpan foto kita dan melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan engkau tidak akan pernah tahu untuk tujuan apa fotomu dimanfaatkan. Belum lagi fakta bahwa teman-temanmu di Sosial Media tidak semuanya mahrom-mu.

Jika ia mencintaimu, Maka ia akan menghormatimu.

"Jika ia mencintaimu, Maka ia akan menghormatimu." Inti kalimat ini sering sekali kudengar, yah, pastinya dengan redaksi penulisan yang berbeda-beda dari setiap sumbernya. Makna kalimat ini bagiku akan kutumpahkan dalam syair yang selalu terngiang dan tersirat di telinga dan hati ini. Kali ini kutuliskan untuk mengurangi beban rahasia di dalam hati yang mungkin hanya aku dan Allah yang tau selama ini. Siapa tokoh Akhi yang sesungguhnya dalam syair ini pun aku tak tahu. Aku tak mampu memastikannya. Mungkin dia, atau mungkin seseorang setelah dia nanti. Entahlah. Hanya Allah yang tahu dan berhak atas segalanya.