Langsung ke konten utama

Postingan

Selepas Cahaya

Kau bintang... Pikirmu tak letih aku menunggu sepanjang siang Pikirmu mudah terus mencari dan menatap ke atas Alih-alih menyapa Kau malah biarkan langit menurunkan hujan Kau kan tau pelangi takkan datang dengan cahaya malam Dan kau tak akan terlihat bersinar Lalu kau ingin aku menikmati apa? Pikirmu kubutuh hujan untuk kamuflase tetesan tangisan? Kau salah Aku tak butuh itu Lagipula... Aku bukan menangis

Kembali Tentang Rasa

Entah mengapa rasanya aku ingin menangis Menangis tanpa rasa Menangis tanpa air mata Tapi jika demikian Adakah itu dikatakan menangis? Apakah sebenarnya yang diwakilkan oleh tangisan? Apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh air mata? Adakah selalu kesedihan atau kebahagiaan memang ada rasa apalagi yang ditawarkan? Merasa plin plan aku menyampaikan Pernah pikirku mengatakan bahwa ada rasa yang tak dapat di wakilkan kata Lantas demikian… Apakah memang ada rasa diatas bahagia? Adakah rasa diatas sucinya kata cinta? Jika memang demikian Apakah memang ada rasa diatas sedih? Adakah rasa diatas dalamnya kata kecewa? _Betari Tyas M_

Bumblebee and Fading Flower

Kau kan kumbang... Bebas saja kau mencicipi bunga-bunga. Bunga indah di taman, di halaman, di gunung. Bahkan bunga liar pinggir jalan pun bs kau hinggapi. Apalah daya sang bunga. Bukan salah bunga karena indah dan mewangi, kan? Alih alih bunga tidak bisa terbang seperti mu... Mungkin ada banyak kumbang-kumbang semacam mu yang menghinggapi bunga. Tp kau kan tak tahu, kumbang. Bunga itu menyimpan sari madu termanis nya hanya untuk kau hirup. Bunga itu hanya menyiapkan mekarnya untuk kau nikmati indahnya. Bunga itu berkembang untuk aman kau hinggapi meski tangkainya lemah. Bunga itu bertahan untuk tak tumbang dan tak layu untukmu. Tapi apa yang kamu tahu kumbang? Kau kan hanya menghinggap dan meminum sari. Kau tak tau apa yang disimpan, disiapkan dan dikembangkan sang bunga. Kau tak salah. Kau kan kumbang. Kau memang kumbang. Dan bunga... Hanyalah bunga. Kau jelas-jelas, memang kumbang. Bunga layu dan mati Kumbang mencari bunga segar lagi

Zakat Mal, Zakat Profesi, Zakat Emas dan Zakat Tabungan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Beberapa hari lalu banyak kawan yang sering menanyakan perihal perbedaan zakat maal, penghasilan, profesi, dll. Setelah belajar dan mencomot2 data dari beberapa sumber kajian, berikut saya share terkait macam macam zakat yang biasa kita dengar. Bismillah... Zakat ( زكاة ) secara lughoh atau bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti suci, bertambah dan berkembang, berkah, dan terpuji. Sedangkan secara istilah syara’, zakat berarti suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan mengeluarkan sebagian hartanya dan hukumnya wajib untuk dikeluarkan sesuai aturannya dan diberikan kepada golongan-golongan tertentu yang berhak menerimanya. Mal artinya adalah harta benda, sehinga kalau kita sebut zakat mal, maka konotasinya adalah semua jenis harta yang kita miliki. Sehingga ada yang mengakatan bahwa istilah zakat mal adalah istilah yang digunakan untuk membedakan zakat fitrah dengan zakat-zakat lainnya. Ja...

Allah, Aku Bosan Mengeluh

Allah, aku bosan mengeluh akan keadaanku ini. Keadaan yang Engkau ciptakan adalah untuk sebaik-baik makhluk. Kau beri aku kekurangan, tapi ketika ku Tanya kawan-kawan ternyata aku punya kelebihan. Maka, tak ada alasanku mengumbar kekurangan dan mencaci kelemahan. Allah, aku bosan mengeluh akan bentuk fisikku. fisik yang engkau berikan padaku adalah sebaik-baik bentuk. Aku tak Engkau berikan bagian tubuh yang cacat. Aku pun masih dapat berfikir normal. Jika ku lihat di luar sana, masih banyak yang Engkau berikan ujian berupa bentuk fisik yang tak sempurna. Mereka mampu tersenyum, menjadikanku malu untuk mengeluh. Allah, aku bosan mengeluh akan hidupku. Karena yang Engkau titipkan adalah yang aku butuhkan. Jika aku berkata bahwa ini kurang dan itu kurang, sebenarnya adalah nafsuku yang berkata. Allah, aku bosan mengeluh tentang semua. Karena ketika aku mengeluh, maka akan terlontar perkataan-perkataan buruk yang aku tau bahwa perkataan sejatinya adalah doa. Maka jika aku men...

Petiklah Bunga Itu Wahai Kumbang Sakti!

Bunga mekar di taman larangan Elok kelopaknya, elok harumannya Dijaga rapi Sang Penjaga Dihias tertib tiada tercela Aku menyaksikan bunga itu kembang dan aku juga menyaksikan bunga itu layu. Lantas! Siapa yang harus kupersalahkan? Bunga itu? Atau kamu sang kumbang? Atau kamu? ketika bunga itu mula menjalar indah ke hentian tertinggi, kau datang merampas langkahnya. Kau datang menghalang Cintanya. Ya! Kamu datang menghalang cintanya pada Raja Segala Cinta. Masakan tidak kamu ketahui? Cintanya itu milik Raja Segala Cinta! Kamu tahu itu? Kamu sedar itu? Bukankah kamu kumbang sakti? Mengapa tegar untukmu merampas dan merosak cintanya pada Si Dia?

Mengubah "Ending" Dongeng

Tugas-tugas semester 4 ini terasa makin asyik saja. Pekan lalu dosen kami menugaskan kami untuk mengubah ending dongeng yang udah klise dan mainstrean banget... Dan mulailah imajinasi saya tertumpah dalam kisah Jaka Tarub yang ending-nya saya acak-acak. :D Semoga nggak dimarahin pengarang aslinya.. hahaha This is it... “JAKA TARUB” Jaka Tarub  adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan Gunung Keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari, karena tidak menemukan selendangnya, tidak mampu kembali dan akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub...