Langsung ke konten utama

Friendship, Love and Apologize

Kala diam menjadi alternatif untuk meredam.Bukan tiada keikhlasan, tetapi ada rasa kekecewaan..


Mungkin ini kata yang tepat untukmu. :)
Namun bukan basa basi jua saat aku bilang,

Sebongkah rasa cinta dan kasih ini mengalahkan setitik kekesalan dan kekecewaanku padamu


Entah berapa kali kamu melakukan kesalahan yang sama. itu ituuu lagi.
Hingga bosan rasanya untuk menegurmu *lagi. Maka aku hanya diam.
Namun kamu yang telah mengenalku sejak dulu mungkin sadar ada sesuatu yang berbeda.
Aah, lucu. Tetapi aku bahagia.
Hal itu meyakiniku kalau kamu sungguh mengenalku.

Setelah sekian lama kita tiada bersua
Kamu masih mampu menaruh perhatian akan segala sesuatu tentangku
Bahkan untuk hal sangat kecil dan tersirat, yang aku bahkan tidak menyadarinya
Kalimatmu pada awalnya tidak ku pikirkan karena aku tidak dapat memaknainya,
Namun setelah kupahami, kalimatmu seperti tamparan keras untukku
Dan maaf aku membuatmu merasa bersalah karena diammu

Bagaimana mungkin terlintas pertanyaan ini bagimu?

                   Rasa cinta dan kasih untuk apa dari seorang seperti aku

Entah gelar persaudaraan apa yang bisa ku gunakan
Kasih ku padamu bukan semata-mata karena status persahabatan yang sudah terlanjur melekat antara kita
Aku menyayangimu karena aku merasakan hal itu jua darimu di setiap keadaanku

Kamu yang mengenalku saat terjatuh dulu,
Membantuku bangkit dan terus memotivasi dan merawatku hingga hilang luka-ku
Sampai pada masanya kita berjuang bersama
Melalui berbagai peristiwa, merasakan dan memaknai berbagai rasa
Dan kini...
Aku yang tidak begitu memahami bagaimana dirimu sekarang,
Kamu yang tidak begitu mengetahui bagaimana aku sekarang
Itu bukan masalah untuk kita
Yang kita tau, kita tetap saling mengenal menjaga dan menyayangi
Sebagai seorang yang memiliki arti lebih dari "sahabat"

Karena kata, tak pernah cukup mewakili rasa.
Ada rasa diatas kata "kecewa" dan ada rasa diatas kata "cinta"
Terimakasih. :)

Tribute to Ulya Hikmawati. As a reply from : http://firdausmost.blogspot.com/2013/08/berjuta-empat-huruf.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimi Ga Ireba Lyrics -Detective Conan-

Ran to Shinichi  Kimi Ga Ireba (Japannese) - Romaji Version Utsumuku sono senaka ni Itai amega tsuki sasaru Inoru omoide mite ita Kono yo ni moshimo kasa ga Tatta hitotsu dato shite mo

Jaga Hijabmu, Ya Ukhti..

Bismillahirrahmanirrahim.. Ukhti, Apakah engkau “KADANG-KADANG BERHIJAB (BERJILBAB)”? Apakah engkau berhijab hanya ketika menghadiri pengajian atau membaca Al Qur’an? Apakah engkau berhijab saat berada di Aceh dan engkau lupa bahwa engkau adalah seorang muslimah begitu pesawatmu mendarat di daerah lain? Apakah engkau berhijab ketika menghadap Tuhanmu dalam sholatmu dan kemudian melepaskannya seakan-akan Allah hanya melihatmu dalam sholatmu? Apakah engkau berhijab ketika keluar rumah, tetapi memajang foto-foto tanpa hijabmu di Sosial Media agar dapat dilihat orang lain betapa indah rambut dan molek tubuhmu? Wahai saudariku, ketahuilah, sekali pun engkau membatasi orang-orang yang mampu melihat foto-fotomu itu, tetaplah WASPADA! Siapa saja bisa menyimpan foto kita dan melakukan apa pun yang mereka inginkan, dan engkau tidak akan pernah tahu untuk tujuan apa fotomu dimanfaatkan. Belum lagi fakta bahwa teman-temanmu di Sosial Media tidak semuanya mahrom-mu.

Petiklah Bunga Itu Wahai Kumbang Sakti!

Bunga mekar di taman larangan Elok kelopaknya, elok harumannya Dijaga rapi Sang Penjaga Dihias tertib tiada tercela Aku menyaksikan bunga itu kembang dan aku juga menyaksikan bunga itu layu. Lantas! Siapa yang harus kupersalahkan? Bunga itu? Atau kamu sang kumbang? Atau kamu? ketika bunga itu mula menjalar indah ke hentian tertinggi, kau datang merampas langkahnya. Kau datang menghalang Cintanya. Ya! Kamu datang menghalang cintanya pada Raja Segala Cinta. Masakan tidak kamu ketahui? Cintanya itu milik Raja Segala Cinta! Kamu tahu itu? Kamu sedar itu? Bukankah kamu kumbang sakti? Mengapa tegar untukmu merampas dan merosak cintanya pada Si Dia?