Langsung ke konten utama

Postingan

Kata dan Rasa

Jenuh aku dengan kata Letih dan membosankan sudah menguntai kata Tak ingin lagi aku merangkai kata Karena ternyata Kata tak cukup mewakili rasa Kata tak pernah cukup menggambarkan rasa Ada rasa yang bahkan tak dapat terwakili oleh kata Biar segala kamus ku buka Biar segala bahasa ku cari Tidak ada Tidak dapat tertuangkan dan tiada tergambarkan Mungkin itulah sesungguhnya rasa Kau tak menuliskan nya Kay tak mengeja nya Kau tak merangkai nya Bahkan kau tak mampu mengungkapkan Tapi kau tau... Kau merasakannya

Rajutan Harap

Tetiba suatu suara muncul, mengetuk-mengetuk dengan keras di dalam batok kepala ini bak hendak beri peringatan. Dia berkata: " Cukup ! Tugasmu hanya menyelesaikan. Bukan memanjangkan rajutan tanpa tau kapan selesai " Lalu ku jawab: " Aku masih punya banyak benang! " Dia pun menjawab dengan bertanya: "Kau akan bangga? Habiskan benangmu untuk rajutan yang tak tau bagaimana bentuknya dan kapan selesainya?" Lalu balik ku tanya dia: "Lalu dengan apa ku akan berbangga? Jika rajutan ini ku tinggalkan bengkalai dan harus memulai kembali untuk sesuatu yang juga sama?" "...Tak tau akan bagaimana bentuknya dan entah kapan jua selesainya" sambungku.

Melukai, mencintai dan membenci

Aku iri pada mereka yang memulai sesuatu tanpa tau arahnya, tidak tau akan kemana, Tapi tiba-tiba bisa sampai saja Ditempat yang lebih dari yang dia harapkan Lalu dia bahagia Aku? Pernah ku mulai sesuatu dengan seseorang Aku tau harus kemana Yang pasti disuatu tempat yang indah Disana aku merasa bahagia Tapi aku gagal Dan aku mencoba lagi dengan orang yang berbeda Ke tempat yang indah Aku merasa ada kebahagiaan bersamanya Terasa pasti akan sampai ke ujung cerita Tapi aku gagal kembali Di satu titik Aku merasa terengah lelah Dan aku memutuskan untuk berhenti sejenak Beristirahat dari khayal yang tak pernah terwujud Duduk ditempat yang teduh Disana aku merasa tenang Menyendiri, mengadu padaNya dan bertanya tanya Apa yang salah denganku selama ini? Memang, ya Berharap padanya Seperti daunan mengering pada tangkainya Dipaksa bertahan namun perlahan lepas diacuhkan Daun yang tengah berharap bertahan Jatuh terombang ambing angin kebohongan Pasrah dengan landas...

Makan hati berulam rasa

Perjalanan 2 jam pergi 2 jam pulang. 1/6 hari kuhabiskan dijalan, untuk kepentingan ummat, katanya. Jam 7 sampai jam 4 atau jam 10 hingga jam 19, menjaga, melayani, memfasilitasi mereka yang ingin berbagi, katanya. 3/8 hari kuhabiskan disini. Wah, sudah 13 jam. Ideal istirahat orang dewasa 7 jam sehari. 20 jam sudah. 4 jam sisanya? Untuk sekadar bertatap wajah dengan ayah ibu kakak adik, karena tidak selalu ada waktu dan moment tepat untuk bicara dan berbagi kisah. Untuk merapikan kamar, untuk rapi2 setelah dari luar, dan istirahat. Dan esok nya, untuk bersiap2 kembali berangkat. 4 jam. 4 jam untuk beberes diri saja. Bahkan beberapa saat juga menyempatkan untuk melayani beliau2 yang menghubungi dan bertanya tentang ini itu, tentang ummat dan demi ummat lagi pastinya -katanya-. Ini konsekwensi. Ikhlas sudah jelas. Meski letih itu tak dapat dipungkiri. Namun menafikkan letih karena bahagia dan keikhlasan adalah hal yang biasa. Mudah saja. Sebelumnya sungg...

THE DREAMS

Mimpi Secara Ilmiah S eorang profesor di Institute of Cognitive Science, Carleton University, m elalui artikelnya di  Scientific American  9 Mei 2017, Jim Davis memaparkan dua teori mengenai alasan Anda bermimpi dan mengapa mimpi terasa begitu menarik untuk diceritakan. Pertama adalah teori aktivasi-sintesis yang berkata bahwa mimpi merupakan interpretasi dari aktivitas acak syaraf tulang belakang dan otak kecil oleh otak depan kita . Terkadang informasi tersebut bisa kacau dan menyebabkan mimpi Anda menjadi sangat aneh. Selain itu, teori tersebut juga mendukung adanya interpretasi emosi melalui mimpi . Contohnya adalah ketika Anda mendapat mimpi buruk ketika sedang merasa khawatir di dunia nyata. Bukannya merasa khawatir karena mimpi buruk tersebut, kekhawatiran justru membuat Anda bermimpi buruk . Teori kedua adalah mimpi sebagai persiapan untuk menghadapi situasi yang mengancam . Davis berkata bahwa ada beberapa bukti yang menguatkan teori ini, misalny...

Simple... Sederhana

Karena tidak ada yang sempurna Hakikatnya kalimat itu "dusta" Kau hanya menyatakan nya saat kau merasakannya Kau berjanji ketika merasa mampu menepati Kau memuji saat kau masih mengagumi Kau berjuang saat ingin memiliki Kau jaga saat kau menyukai Ternyata manusia itu memang "simple" Se simple kebahagiaannya Se simple perasaannya Se simple kebodohannya When u have another source of happiness... U will leave the last. And just let it past. And dont even bother with any feel or memories you left behind. Because... Humans are greedy and because the greed, We are exist Dont u remember the story of Adam A.S?

Hampa Sinar

Kau tau kau mampu terang dengan cahayamu sendiri Kau pancarkan sinar dan kemerlipmu indah di hamparan langit luas Tapi kau egois Terkadang kau biarkan sinarmu tak terpancar sepanjang malam Tak kau tunjukkan dirimu Tak kau biarkan dilihat cahayamu Rasanya sedih menantikan kilaumu Perlukah ku salahkan awan Atau langit Atau bulan Atau siapa Mana ku tau apa yang menghalangi mu bersinar Kau ingin aku bagaimana Tanpa sinarmu...aku tersesat dalam gelap